RSS

Aneka jenis pempek


[Selengkapnya...] - Aneka jenis pempek

Pempek Cik Ayen Mobile Car

Kabar  gembira, untuk  mendekatkan  kami  dengan  konsumen  kami, kami menambahkan outlet penjualan kami di  daerah  sawah besar  jakarta,  posisi di  seberang  SPBU  Sawah Besar, kami beroperasi dari jam 19.00 - 24.00. Silahkan bagi pempek lover's yang ingin menikmati nikmatnya pempek ikan belida di malam hari, bisa mampir ke outlet kami... kami tunggu yah pempek lover's.. Btw, kami menggunakan mobil dengan full branding dengan gambar pempek, jadi mempermudah untuk diketahui.  Terima kasih pempek lover's
[Selengkapnya...] - Pempek Cik Ayen Mobile Car

Delivery Service

Pempek Cik Ayen, melayani delivery service untuk daerah jakarta, untuk daerah pengiriman dan minimal order mohon menghubungi nomor 0818-077-33388 & 021-975-33388atau dengan add pin blackberry kami di 2193D81B


[Selengkapnya...] - Delivery Service

Mengapa Pempek Cik Ayen

Pempek Cik Ayen diproduksi dengan menggunakan, ikan belida, dan citarasa dari ikan belida yang kami pakai, menghasilkan pempek dengan tekstur yang lembut, dan gurih,, dan tentunya rasa yang mantab dilidah dengan cuko yang kami racik dengan rasa yang nikmat untuk dinikmati dengan pempek ikan belida kami.

Untuk sementara kami menyediakan "Pempek Kapal Selem", "Pempek Lenjer", "Pempek Telor", "Pempek Keriting", dan "Pempek Adaan" . Semua pempek yang kami produksi menggunakan ikan belida, yang pasti bikin rasa pempek ini makin mantab


[Selengkapnya...] - Mengapa Pempek Cik Ayen

Sejarah Pempek

Sejarah Pempek


Menurut sejarahnya, pempek telah ada di Palembang sejak masuknya perantau Cina ke Palembang, yaitu di sekitar abad ke-16, saat Sultan Mahmud Badaruddin II berkuasa di kesultanan Palembang-Darussalam. Nama empek-empek atau pempek diyakini berasal dari sebutan "apek", yaitu sebutan untuk lelaki tua keturunan Cina sedangkan "koh", yaitu sebutan untuk lelaki muda keturunan Cina.

Berdasarkan cerita rakyat, sekitar tahun 1617 seorang apek berusia 65 tahun yang tinggal di daerah Perakitan (tepian Sungai Musi) merasa prihatin menyaksikan tangkapan ikan yang berlimpah di Sungai Musi yang belum seluruhnya dimanfaatkan dengan baik, hanya sebatas digoreng dan dipindang. Ia kemudian mencoba alternatif pengolahan lain. Ia mencampur daging ikan giling dengan tepung tapioka, sehingga dihasilkan makanan baru. Makanan baru tersebut dijajakan oleh para apek dengan bersepeda keliling kota. Oleh karena penjualnya dipanggil dengan sebutan "pek … apek", maka makanan tersebut akhirnya dikenal sebagai empek-empek atau pempek.

Pada awalnya pempek dibuat dari ikan belida , namun dikarenakan makin mahalnya ikan belida, maka dengan seiringnya jaman, pempek diproduksi dengan menggunakan ikan laut seperti Tenggiri.

[Selengkapnya...] - Sejarah Pempek